Bisul

Nama saya Bisul, manusia kerdil yang sering dihinggapi penyakit kampungan.
Bisul, penyakit unik, kecil, merah dan menggemaskan.

Aku akan merasakan keanehan, luar biasa.
Jika ku raba, makin terasa perih namun diriku akan selalu ketagihan untuk meremasnya. Berkali-kali sakit, berkali2 pula aku ketagihan.

Penyakit yang sudah menjadi langganan untuk tumbuh di tubuh kerempeng.
Kadang ditangan, kaki, ketiak, paha, dan bahkan pantat.
Setiap tempat yang dihinggapinya memiliki nuansa yang berbeda.

Saat ia sedang tumbuh di ketiak maka sepanjang hari  aku akan berjalan layaknya robot dengan tangan kaku terangkat keatas. Namun jika aku dekap lengan ku, percayalah kau tak akan sanggup membayangkan sakit ku.

Dan pasti semakin banyak aku berdoa dikala penyakit itu tumbuh di pantat ku.
Serasa sudah tak ada lagi tempat yang nyaman di bumi ini bagi diriku.

Menjelang tidur penderitaan bertambah.
Badan menggigil, tidur pun menjadi sulit.

Butuh ketabahan untuk menghadapinya.
Saat otak ku buntu dengan pendritaan itu kadang terbesit untuk memangkas pantat ku sendiri.

Tapi kupikir sayang jika ku pangkas pantat nan indah ini.
Jadi lebih baik bersabar menunggu, sabar dan sabar.

Setia menunggu hingga saatnya tiba, saat dimana bintik putih mulai terlihat bagai cream cupcake menempel dihidung mu.

Advertisements

criticize me, dude!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: