3 Kelas 2 Bis 1 Tujuan

Perjalanan malam, jika tak salah perhitungan ku terakhir kali enam bulan yang lalu melakukan perjalanan seperti ini. Perjalanan dengan bis malam menuju ibukota. Tapi ini berbeda. tujuan kali ini bukan untuk menikmati liburan semester ke rumah orangtua diselatan ibukota. Kali ini tak sendirian.

Tidakkah kau lihat teman-teman seperjuangan mu yang menuntut ilmu diperguruan tinggi yang sama sedang bersenda gurau? didepan mu, disebelah mu, dari bangku ujung paling depan sampai ujung paling belakang. Mereka semua terlihat ceria, mereka berbagi canda dan tawa, berbagi cerita seperti kebiasaan bocah-bocah seusiaku, dan tentunya ada juga yang berbagi cinta. Ohh, memang benar saya tak sendiri. Tapi mengapa rasanya seperti sebaliknya? Heii sadar lah boy!! Perjalanan kali in kita beramai-ramai.

Entah mengapa aku lebih memilih untuk duduk dipojok deretan tempat duduk paling belakang. Mendengarkan lagu-lagu yang ada di playlist pemutar musik handphone ku dengan headset besar menutupi seluruh lubang telinga ku. Aku tak sadar sudah berapa buah lagu yang telah terputar karna sungguh saya sedang menulis tulisan ini.

Handphone kesayangan, yang dua tahun lalu kubeli dengan cara mencicil tiap bulannya ke kakak perempuan ku. Yeaahh, makasih mbak. Sangat berguna, buktinya saat ini jemariku sedang lincah menekan keypad-nya, membuat tulisan ini dalam notes. Dan saat ini pun pemutar musiknya menjadi tempat pelarian dari perasaan kesendirian ku saat ini.

*****

Arrrrrggghhhhh!! Benar-benar serbaguna, kali ini teman ku meminjam handphone ku untuk mengirim sms. Entah sms-nya dikirim untuk siapa, dan seberapa pentingkah isi sms-nya. Menurutku semua huruf-huruf dan rangkaian kata-kata yang melingkar dikepalaku jauh lebih penting. Karna tak setiap saat semua yang ada di kepalaku bisa tersalurkan.

Semua isi dengkul *upsss maksudku semua isi kepala yang tadi bayak tersusun kata-kata sekarang telah buyar terpisah-pisah, dan ku eksploitasi otak ini dengan keras dan paksa untuk merangkai kembali kata-katanya. Thank’s Bro. Lo bikin tulisan ini jadi terhenti untuk beberapa saat.

Sampai mana tulisan ini? Banyak huruf-huruf yang hilang dan tak bisa ku menemukannya lagi. Lewat sudah.

*****

Sungguh Tuhan telah menciptakan siang dan malam. Dengan kepala yang sedikit mengadah keatas, dua mata ku memandangi langit dari balik kaca bis yang kutumpangi.

Gelap, jelas karna malam hari, bahkan telah larut. Namun ini tak seperti malam-malam yang selalu terlihat indah seperti di film-film. Malam ini tak ada bulan dan bintang. Apakah Tuhan diatas sana menyuruh mega memyembunyikan mereka semua?

Aku hampir tak ingat bahwa sebenarnya masih ada teman-teman yang lain. Dan terkahir terlihat wajahnya ada dibalik kaca, kaca bis rombongan yang satunya. Sedang apakah dia disana?

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. suklowor
    Apr 18, 2011 @ 07:00:52

    Nice Start Bro!

    Keep going..!!

    🙂

    Reply

criticize me, dude!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: